Stadium HIV dan Gejala HIV

by · June 11, 2012

Stadium dalam HIV. Apa saja stadium dalam HIV itu? Stadium merupakan tingkatan pada HIV yang bisa dilihat melalui berbagai gejala yang timbul. Dengan begitu bisa di lihat gejala HIV yang ada pada pasien. Stadium HIV menurut WHO pada manusia dewasa dan remaja dapat dibaca dibawah ini.

 

1. Stadium HIV 1

Ciri-ciri HIV stadium 1 atau gejala HIV stadium 1, diantaranya:

a. Tanpa gejala (asimtomatis)
b. Limfadenopati generalisata persisten

Limfadenopati generalisata yang persisten (persistent generalized lymphadenopathy/PGL) adalah limfadenopati pada beberapa kelenjar getah bening yang bertahan lama. PGL adalah gejala khusus infeksi HIV yang timbul pada lebih dari 50% Odha dan sering disebabkan oleh infeksi HIV sendiri. Batasan limfadenopati pada infeksi HIV adalah sbb.:

  • Melibatkan sedikitnya dua kelompok kelenjar getah bening;
  • Sedikitnya dua kelenjar yang simetris berdiameter lebih dari 1cm dalam setiap kelompok;
  • Berlangsung lebih dari satu bulan; dan
  • Tidak ada infeksi lain yang menyebabkannya.

Pembengkakan kelenjar getah bening ini bersifat tidak sakit, simetris (kiri-kanan sama), dan kebanyakan terdapat di leher bagian belakang dan depan, di bawah rahang bawah, di ketiak serta di tempat lain, tidak termasuk kunci paha. Biasanya kulit pada kelenjar yang bengkak karena PGL akibat HIV tidak berwarna merah. Kelenjar yang bengkak kadang kala sulit dilihat, dan lebih mudah ditemukan melalui menyentuhnya. Biasanya kelenjar ini berukuran antara ukur kacang polong dan buah anggur, dan bila diraba, merasa seperti buah anggur. PGL berkembang secara pelan dan mungkin dapat menghilang pada saat jumlah CD4 menurun menjelang 200.

Kurang lebih 30% orang dengan PGL juga mengalami splenomegali (pembesaran limpa).

Stadium HIV 2

Ciri-ciri HIV stadium 2 atau gejala HIV stadium 2, diantaranya:

a. Kehilangan berat badan (Penilaian berat badan pada perempuan hamil harus mempertimbangkan penambahan yang umum waktu hamil) yang sedang tanpa alasan; berarti keadaan tidak dapat diakibatkan oleh alasan lain (<10% berat badan diperkirakan atau diukur)

Telah ditemukan OBAT HIV/AIDS AMPUH, KLIK SINI untuk Infonya!!

b.Infeksi saluran napas bagian atas yang berulang (sinusitis, tonsilitis, ototis media dan faringitis)

c. Herpes zoster

Herpes zoster atau seringkali disebut dengan “cacar ular” adalah suatu infeksi kulit akut yang berkaitan dengan reaktivasi virus Varicella zoster. Virus ini merupakan penyebab cacar air. Jadi orang yang terkena cacar ular adalah orang-orang yang sebelumnya pernah terkena cacar air. Bukan suatu penyakit akibat hubungan seksual seperti herpes yang dikenal pada umumnya. Cacar ular bisa terjadi walaupun cacar air yang pernah diderita sebelumnya tidak begitu tampak (subklinis). Setelah orang terkena cacar air, virusnya bisa bersembunyi di ganglion sensorik posterior dan ganglion sensorik kranialis. Virus tetap hidup seumur orang tersebut hidup tapi tidak menimbulkan gejala klinis/sakit-penyakit (laten). Namun dapat kembali aktif dan menimbulkan penyakit

d. Kheilitis angularis / Retak pada ujung mulut karena disebabkan jamur kandidas

e. Ulkus di mulut yang berulang / Luka terbuka pada mulut yang sulit sembuh

f. Erupsi papular pruritis / Infeksi virus kutil yang luas

g. Dermatitis seboroik (ketombe)

h. Infeksi jamur di kuku

ciri-hiv

Stadium HIV 3

Ciri-ciri HIV stadium 3 atau gejala HIV stadium 3, diantaranya:

a. Kehilangan berat badan yang parah tanpa alasan (>10% berat badan diperkirakan atau diukur)
b. Diare kronis tanpa alasan yang berlangsung lebih dari 1 bulan
c. Demam berkepanjangan tanpa alasan (di atas 37,5°C, sementara atau terus-menerus, lebih dari 1 bulan)
d. Kandidiasis/jamur mulut berkepanjangan
e. Oral hairy leukoplakia (lapisan gumpalan putih seperti busa pada lidah yang keras dan susah dibersihkan pakai sikat gigi)
f. Tuberkulosis / TBC paru
g. Infeksi bakteri yang berat (mis. pnemonia, empiema, piomiositis, infeksi tulang atau sendi, meningitis atau bakteremia)
h. Stomatitis (Sariawan), gingivitis (Radang Gusi) atau periodontitis nekrotising berulkus (luka terbuka pada pinggiran gusi/gigi yang meradang disebabkan oleh matinya sel) yang akut
i. Anemia (<8g/dl), neutropenia (kekurangan sel darah putih) (<0,5 × 109/l) dan/atau trombositopenia (kekurangan zat pembekuan darah) kronis (<50 × 109/l) tanpa alasan

Stadium HIV 4

Ciri-ciri HIV stadium 4 atau gejala HIV stadium 4, diantaranya:

  • Sindrom wasting HIV
  • Pneumonia Pneumocystis
  • Pneumonia bakteri parah yang berulang
  • Infeksi herpes simplex kronis (orolabial, kelamin, atau rektum/anus lebih dari 1 bulan atau viskeral pada tempat apa pun)
  • Kandidiasis esofagus (atau kandidiasis pada trakea, bronkus atau paru)
  • Tuberkulosis di luar paru
  • Sarkoma Kaposi (KS) (kanker pembuluh darah)
  • Infeksi sitomegalovirus (retinitis atau infeksi organ lain)
  • Toksoplasmosis sistem saraf pusat
  • Ensefalopati HIV / Demensia (gangguan memori)
  • Kriptokokosis di luar paru termasuk meningitis
  • Infeksi mikobakteri non-TB diseminata
  • Progressive multifocal leukoencephalopathy (PML)
  • Kriptosporidiosis kronis (diare kronis)
  • Isosporiasis kronis
  • Mikosis diseminata (histoplasmosis atau kokidiomikosis di luar paru)
  • Septisemia yang berulang (termasuk Salmonela nontifoid)
  • Limfoma (serebral atau non-Hodgkin sel-B)
  • Karsinoma leher rahim invasif
  • Leishmaniasis diseminata atipikal
  • Nefropati bergejala terkait HIV atau kardiomiopati bergejala terkait HIV

Beberapa penyakit khusus yang juga dapat dimasukkan pada klasifikasi wilayah (misalnya penisiliosis di Asia)


Pengobatan Alternatif HIV / AIDS yang efektif dan mujarab disertai bukti2 rekam medis dari keberhasilan, aman dan tidak harus konsumsi obat-obatan SELAMANYA, untuk informasi silahkan klik Obat Alternatif HIV aman dan Mujarab.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.0/5 (2 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +2 (from 2 votes)
Stadium HIV dan Gejala HIV, 5.0 out of 5 based on 2 ratings


Artikel Terkait:

  • No Related Posts

Komentar Facebook:




Kategori: Artikel

Beri Komentar

*

WP Socializer Aakash Web